Pages

Sabtu, 22 Desember 2012

Cadangan Air Bersih Terus Menyusut


Air punya peranan yang sangat vital dalam kelangsungan hidup makhluq hidup. Bukan hanya manusia, hewan dan tumbuhan juga memerlukan air untuk memepertahankan kehidupan mereka. Tanpa air tidak akan ada kehidupan, lihat saja di planet tetangga, karena tidak adanya air hingga saat ini para peneliti belum bisa membuktikan adanya tanda tanda kehidupan di sana. Begitu pentingnya peran air  dalam kelangsungan hidup makhluq hidup membuatnya menjadi kebutuhan pokok yang diperlukan untuk semua makhluq hidup. Beruntung Sang Pencipta telah menyediakan begitu banyak air di bumi untuk menjaga kelangsungan kehidupan di planet ini, bahkan hampir tiga perempat bumi adalah air.



Manusia sendiri sebagai salah satu makhluq hidup sangat bergantung pada air untuk tetap bertahan hidup. Bagaimana tidak, kurang lebih 55% - 75% tubuh manusia adalah cairan. Karena itu manusia sangat membutuhkan air untuk kelangsungan hidup mereka. Saking pentingnya air untuk kehidupan mereka, manusia tidak akan bertahan hidup jika dalam waktu kurang lebih 5 hari tidak mengkonsumsi air. Karena manusia bergantung pada air, maka kualitas air juga berpengaruh pada kehidupan manusia, jika air yang mereka konsumsi itu bersih dan layak konsumsi tentu akan membuat tubuh mereka sehat, pun sebaliknya. Namun sayangnya perilaku beberapa orang yang kurang sehat membuat ketersediaan air bersih semakin berkurang, apalagi di zaman yang semakin maju dengan perkembangan teknologi dengan disertai pertumbuhan penduduk yang pesat, membuat ketersediaan cadangan air bersih semakin berkurang. Pembangunan kota juga berpengaruh besar dalam penyusutan cadangan air bersih karena penebangan pohon pohon yang kerap dilakukan untuk mendapatkan lahan pembangunan. Selain itu perilaku buruk penduduk perkotaan yang cenderung kurang sehat dalam pemanfaatan air juga sangat berpengaruh dalam penyusutan ini. Tentu saja hal ini akan menimbulkan dampak yang  buruk untuk kehidupan manusia.

Sejauh ini PBB telah mencatat peningkatan permintaan air dan perubahan iklim di bumi akhir akhir ini merupakan faktor utama yang mengancam ketersediaan air di bumi. Hal ini terungkap dalam pers PBB bulan maret lalu. PBB juga menyebutkan bahwa masih ada kurang lebih 11% penduduk dunia yang masih belum mendapatkan air yang layak untuk dikonsumsi dan lebih dari 2,5 juta jiwa masih belum bisa mendapatkan sanitasi yang baik dan sehat. Untuk menaggulangi hal ini PBB telah menetapkan tanggal 22 Maret sebagai hari air dunia, tujuannya adalah untuk memperbaharui komitmen bersama terhadap penyelamatan air dengan harapan mendorong tumbuhnya upaya upaya dari semua kalangan untuk memberdayakan air sebaik mungkin.




Fakta penyusutan persediaan air bersih ini tentu menjadi berita buruk bagi kita. Tak perlu lagi kita jauh jauh untuk membuktikan fakta ini, di Jakarta saja sudah nampak begitu jelas, sungai sungai yang ada sudah benar benar tercemar dan tidak bisa kita gunakan sama sekali. Sampah dan limbah sudah menjadi satu dengan air hingga sifat sifat alami airpun menghilang. Sanitasi di sini juga tergolong buruk, apalagi ditambah dengan perilaku beberapa orang yang kurang sehat menyebabkan memburuknya kondisi air di sini. Sumber air dari dalam tanah di beberapa tempat di Jakarta juga masih belum bisa digolongkan layak pakai, beberapa diantaranya masih keruh dan berbau. Alih alih sebagai sumber kehidupan air malah menjadi masalah serius, bukan hanya menyebabkan banjir tahunan, tapi juga membawa bibit bibit penyakit yang dapat menjangkiti penduduk. Banyak penyakit yang dapat menular melalui air, diare misalnya. Penyakit ini tercatat telah menjangkiti hampir 4,6 milyar orang di dunia dan 2,2 juta diantaranya berakibat fatal. Ini menjadi hal yang menyedihkan bagi kita.



Untuk mengatasi masalah penyusutan cadangan air bersih ini diperlukan kerjasama dari semua elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah yang bertanggung jawab akan hal ini. Masyarakat juga harus sadar akan pentingnya pelestarian dan perlindungan sumber sumber air serta berupaya untuk memanfaatkan air secara bijaksana. Tidak hanya itu, masyarakat harus membiasakan diri untuk sedapat mungkin tidak mencemari air yang ada dengan sampah dan limbah yang tidak dapat diuraikan oleh air, karena sampah dan limbah akan mencemari air dan membuatnya tidak layak konsumsi.

Untuk menjaga kesehatan keluarga kita, kita harus pintar dalam memilih air yang sehat yang layak untuk dikonsumsi. Air harus benar benar telah steril dari zat zat yang punya potensi membahayakan tubuh. Selain itu air juga harus terhindar dari bakteri bakteri yang berbahaya. Selain upaya upaya ini, kita juga memerlukan satu alat yang mampu mensterilisasi air agar tetap sehat untuk dikonsumsi. Nah, PT Unilever Indonesia telah mengenalkan produknya untuk mensterilisasi air. Hebatnya, produk ini sangat ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar yang dapat menimbulkan polusi, dan tidak menggunakan listrik, sehingga dapat menghemat energi. Mereka menyebut produknya dengan  nama Unilever Pureit. Alat ini menggunakan metode penyaringan konvensional yang umumnya dipakai. Melalui 4 tahapan, produk ini mampu membuat air steril tanpa proses pendidihan.  Tahap awal adalah filtrasi melalui serat mikro untuk menghilangkan kotoran yang tampak. Tahap kedua yaitu filtrasi melalui lapisan karbon aktif yang akan menghilanhkan pestisida dan parasit berbahaya. Tahap ketiga adalah proses pembasmian virus dan bakteri, proses ini didukung dengan teknologi canggih yang disebut progammed disinfectiontechnology. Dan tahap terakhir adalah proses penjernihan yang memungkinkan air menjadi jernih dan tidak berbau. Semua ini membantu kita untuk mensterilisasi air dengan cara yang praktis dan hemat energi.

video


Produk ini sudah terjamin karena telah mendapat pengakuan international dari Environmental Protection Agency (EPA) serta pengakuan nasional dari laboratorium IPB, ITB dan UGM. Air yang telah disterilisasi dengan alat ini telah memenuhi standar baku air minum dari PERMANKES. Tentunya kualitas sumber air yang disterilkan juga berpengaruh, karena itu produsen menganjurkan agar air yang di sterilkan adalah air yang biasa kita konsumsi seperti air PAM atau air dari tanah yang bagus, karena alat akan berfungsi dengan baik jika sumber air yang digunakan juga baik. Ya, produk ini juga bisa menjadi solusi alternatif bagi keluarga untuk bisa mendapatkan cadangan air bersih dan sehat untuk dikonsumsi. Bagaimanapun juga untuk melestarikan air bersih dan sehat harus kita mulai dari elemen terkecil yaitu diri kita dan keluarga kita. Lets save our water and keep it clean and healty !


Sumber bacaan:
Dinkes.jatimprov.go.id
Kompas.com
Hijauku.com
Hdindonesia.com
Pureitwater.com


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Follow me

Blogger news

Blogroll

Mengenai Saya

Foto Saya

orang biasa seperti pada umumnya, hidup di kaki gunung semeru dan berharap bisa menjadi orang baik

About